Re-definition of my heart
I finally understand the messages given to me about eight or nine years ago.
The messages are very simple; but it took me so long to understand and accept them.
Through the messages, now I can clearly see the purpose of my life
And what excited me is that, thank’s to Him, I’m in the right direction
Although, until last week, I was not in the right attitude
I thank You, Jesus,
for all the plans that You have for me,
for all the generousity You’ve shown to me.
You are truly God of all creatures
Thank’s for the love that you show for an animal like me.
ps.
[1]. mbok ya dari dulu ngomong sing gampang2 ae to ‘J’,
andai dari dulu Lo bukain gue artinya, mungkin akan lebih efektif
n gak perlu ‘muter’2 gini … iya nggak sih? *peace yo!*
[2]. thank’s for bringing me Samuel and Ami,
bless them for they have done their jobs very well onto me
My definition of ‘EASY’
Di satu meeting, manager gue secara becanda ngomong gini ke si JL, "Pak, Dennis is badly need a girl now; to be the catalyst for his speed of work". Semua ketawa and ngeliat ke gue, so gue tambahin aja sekalian, "Yes Sir, he’s absolutely right. I’ll be very glad if the person who will come from Paris is a woman. A single, available, and ‘easy’ woman".
Si JL ketawa, semua ketawa, cuma ada satu cewek (yg kebetulan satu2nya yang bukan cowok di ruangan itu) tiba2 nyeletuk, "Wah, perlu didefinisiin dulu nih, ‘easy’ nya itu kayak apa". Ketawa, ketawa, and ketawa terus sampe akhirnya meetingnya selesai.
Selesai kepala cenut2 gara tuh meeting, surprisingly, cuma kata2 cewek tadi yang terngiang2 di kepala gue. Gaya dia ngomongnya tadi, walaupun cuma becanda, tapi koq rasanya rada ngenyek gitu. Bukan tersinggung, tapi rada kepikiran soalnya dulu waktu pertama kenalan ama cewek ini, gue pikir dia salah satu yang bisa dijadiin ‘target’, not that she is very pretty or what, but in her mysterious way, i think she is very smart, attractive, and sexy woman.
Therefore, let me try to explain what i mean by ‘easy’.
‘Easy’ disini bukan berarti gue nyari tipe cewek gampangan yang dalam 2-3 hari bisa gue ajak making love. Sama sekali bukan itu; i’m not some twenty year old guy yang nggak bisa ngontrol behaviour of his penis. Even though in many times gue sering banget becanda yang ‘nyerempet2′, that’s just my way buat mengencerkan suasana. It works, specially with guys, hehehehe.
So berikut is the list of factors that describe what ‘easy’ means to me,
1. ‘Easy’ bisa berarti ‘easy-going’ alias nggak neko2. Misalnya, nggak gampang tersinggungan or marah ketika di-challenge pada suatu debat dan tetep aktif and mau mendetail pada debat itu. Juga berarti dia nggak segan2 buat makan di warteg yang terjorok sekalipun karena dia mikir bahwa yang penting adalah kualitas makanan nya, bukan lokasi atau interior resto nya. Lebih asik lagi kalo makannya bisa banyak; gue suka tipe cewek yang nggak terlalu peduli soal berat badannya; maksud gue, care soal penampilan boleh lah, tapi males banget deh kalo over banget and mikir bahwa dia harus bisa jadi ‘idaman’ seluruh cowok di ‘dunia’. Kesannya gue di-dua-in ama kepentingan ‘dunia’ deh kalo gitu.
2. ‘Easy’ juga berarti dia fleksibel tentang tempat tinggalnya. Di beberapa situasi, gue rasa tinggal di semacem apartemen nggak jelek2 amat, atau mungkin malah lebih bagus daripada tinggal di rumah yang letaknya super jauh dari tempat kerja lo. Gue bilang ‘di beberapa situasi’ yah, mungkin kalo situasi berubah, rumah would be a much better choice, but I think we should not terlalu ‘fanatik’ soal tempat tinggal kita. Ini juga berarti bahwa cewek idaman gue nggak boleh nutup kemungkinan untuk misalnya suatu saat kita pindah dari kota kelahiran dia. Hal ini pernah jadi salah satu faktor yang bikin gue batal kawin kemaren.
3. ‘Easy’ juga berarti dia mau kerja kalo diperlukan to support our family soal biaya rumah tangga. Gue rasa sangat berat untuk bisa hidup layak di Jakarta kalo cuma ngandalin gaji suami (baca: gue) yang kebetulan cuma kuli kecil di suatu perusahaan. Kalo gue itu kayak si JL, mungkin istri gue nggak perlu kerja; sadly I’m not as lucky as him. In return, gue nggak terlalu expect istri gue untuk jadi ‘pengurus rumah’, gue nggak peduli apa dia bisa masak, or bersih2 rumah, dll; cewek jaman sekarang yang sekolahnya aja tinggi ngapain ngerjain kerjaan nggak produktif kayak gitu? Soal ‘kerja’ ini, menurut gue, juga akan sangat berpengaruh pada seberapa smart and sexy istri lo. Paling males rasanya kalo ngomong ama orang yang goblok and taunya cuma sinetron aja; ngomong aja males, apalagi ‘nyentuh’, hiiihhhhh…..
Well, list diatas seems too ideal yah. Emang tuh, beberapa hal di list itu pun nggak masuk ke gue. Cuma gue percaya bahwa my life can be more beautiful if I can put all items in the list to daily practice. And I’m looking for an available woman who has the same vision with me, and willing to learn all those things together, cieeeee ….
ps.
Currently gue lagi ‘jalan’ ama seorang cewek. Pray for me yah supaya she’s the one. Gue udah bosen ngejomblo lama2 … pengen cepet2 bisa ML secara legal … hahahahaha, kidding deng, gue pengen punya anak cewek yang manis and cute