kotretan


mix feeling
January 25, 2007, 7:39 pm
Filed under: Uncategorized

Manvsmachine
andai saja manusia itu kayak mesin, dimana kemajuan demi kemajuan yang telah dicapai dapat diturunkan ke dalam bentuk lain, maybe kita sudah bisa menjadi penguasa alam semesta.

i mean, misalkan di kerjaan gue, "bahasa pemrograman". pertama2 yang ada cuma bahasa Assembly dimana kodenya berupa ‘0′ (zero) dan ‘1′ saja, terus di atas Aseembly dibuatlah bahasa C dan sebagainya, dari C berkembang jadi C++ dan sebagainya (juga), lalu berkembang lagi jadi Java dan sebagainya sebagainya.

di bidang laen juga begitu, "telepon" misalnya.  berawal dari telepon kuno yang diputer nomornya, berubah jadi  ditekan nomornya, berkembang jadi handphone, terus  ditambahin fitur sms dan kawan2nya, terus dikasih kamera, bluetooth, 3G, bahkan sekarang udah bisa jadi semacem PDA dan/atau TV portable. 

di bidang mesin, kemajuan demi kemajuan bisa "ditambahkan" sedikit demi sedikit; dengan kata lain, kemajuan2 tersebut bisa diturunkan ke generasi berikutnya. hal ini yang nggak ada atau nggak bisa diterapkan pada manusia.

sehebat apapun kita, anak kita mungkin akan mewarisi bakat kita, tapi tidak skill kita pada saat ini. tidak pula untuk kedewasaan, pengalaman, wisdom, dll. si anak harus melewati serangkaian persiapan, pelajaran, pengalaman jatuh bangun, dsb hanya untuk menjadi seperti kita pada saat ini.

inilah susahnya jadi manusia.

fakta ini menyadarkan gue untuk sungguh2 meng-amin-i perkataan Pengkhotbah sebagai berikut:

"Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: ‘Lihatlah, ini baru!’? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya."

si Pengkhotbah ini bukan orang bodoh. dia realistis, maybe terlalu realistis sampai dia bilang selanjutnya:

"Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan
segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah,
lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin;
memang tak ada keuntungan di bawah matahari."

dan..

"Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa inipun dari tangan Allah. Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia?"

in the end, i think, either we want or not, we just a creature. dan sialnya kita didesain untuk tidak bisa mewarisi segala yang perlu, segala yang dipelajari dengan susah payah oleh nenek moyang kita. kita hanya bisa melihat pengalaman mereka dan mencoba mengaplikasikan nya ke diri kita.

hal ini mungkin karena nantinya kita masing2 akan berdiri sendirian di hadapan pengadilan Tuhan, maka masing2 kita harus ‘bersih’ dari unsur2 warisan nenek moyang. jadi kita ga bisa nyalahin siapa pun untuk sesuatu yang kita lakukan.

kesimpulannya: susah deh jadi manusia.

hahahahahaha…hik-hik-hik *ketawa miris*



erick’s blog
January 23, 2007, 4:25 am
Filed under: Uncategorized

check out this blog

it belongs to erick, a weird-looking-but-nice-and-interesting guy from bandung. believe me, his blog is worth for reading ^^)



bingung
January 15, 2007, 1:35 am
Filed under: Uncategorized

Timbangan
lagi bingung nih … gimana yah caranya untuk meng-klasifikasi-kan suatu masalah, apakah masalah itu adalah termasuk "rintangan yang harus diatasi" atau "suatu pertanda bahwa kalo sesuatu diteruskan, hasilnya akan tidak baik" (?)

kayaknya kalo udah gini mau gak mau harus pake feeling aja, ato cara cueknya: "just pick one and forget the rest" … any input or comment guys? thx



Babel - the most boring movie ever
January 7, 2007, 3:42 pm
Filed under: Uncategorized

BabelHari jumat kemaren gue nonton film ini. Benernya sih pengen nonton "Night at The Museum" nya Ben Stiller, tapi berhubung ga dapet tiket, jadilah gue n yayang nonton film jelek ini.

Dari promosinya, gue denger film ini masuk nominasi ato malah menang penghargaan something gitu. Juga dari web ini ratingnya amat sangat bagus. Well, maybe i’m just a commoner after all, but i don’t see any entertaining effort in this movie.

Secara singkat, film ini bertutur tentang empat scene: pertama, brad pitt and cate blanchet yang entah kenapa "berlibur" di maroko terus si cate accidentally ketembak; kedua, tentang dua anak kecil maroko yang dikasih senapan sama bapaknya buat nembak serigala dan saat mrk mulai belajar nembak; ketiga, cewek tuli di jepang yang "horny" banget; dan keempat, anak2 si brad pitt yang dibawa ke mexico sama pengasuhnya. Empat scene ini ditayangkan secara tidak beraturan di film ini, terutama waktunya yang diacak.

Benang merahnya sebenernya amat sangat simple. Berawal dari jepang, cewek horny tadi punya ayah yang gemar berburu di maroko. Si ayah jepang ini memberikan senapannya ke penunjuk jalan dia di maroko sebagai ucapan terima kasih. Orang maroko tadi ngejual senapan itu ke ayah dari dua anak kecil maroko tadi dan ketika mereka "belajar" menembak, secara nggak sengaja kena lah si cate (istrinya brad pitt). Sementara si brad pitt uring2an nyelametin si cate, anak2 mrk dibawa pergi ke mexico oleh pengasuhnya buat menghadiri acara kawinan. Dah gitu doang, full stop.

Sumpah, during the movie, beberapa penonton mulai menghilang dan ga balik lagi. Yayang gue juga udah pengen ikutan cabut, cuma gue tahan soalnya gue bilang sayang, udah kadung bayar goban buat nonton film *garink* ini. Saking boringnya, gue pikir maybe film ini harusnya ditulis di iklan nya kayak begini: "khusus buat para sineas atau kritikus film saja - very not recommended for yang awam".

So, kalo lagi kebanyakan duit or kepengen keliatan "keren" dalam artian "terlihat ngerti akan kualitas suatu film" *huekkk* … film ini boleh lah. Tapi kalo sekedar pengen hiburan buat pembuka suatu wiken, jangan deh, rugi banget.

Terakhir, sampe sekarang gue masih ga ngerti kenapa judulnya "Babel". Gua tau cerita soal Babel di bible, tapi kayaknya koq ga nyambung yah. Satu2nya esensi "Babel" di film ini menurut gue adalah arogansi Amerika di film ini. Sumpah deh, gue yang notabene sama2 kristen kayak mereka aja, sebel banget ngeliat gayanya "monyet2 pirang" itu di film ini. Mungkin gara2 itu kali judulnya Babel, … or ada alesan laen? Any comment?



AWAS !!!! SERAAAAMMMMMM !!!!
January 2, 2007, 12:03 am
Filed under: Uncategorized

Terorisnih anak lucu yah tampangnya

… but …

… AWAAAAASSSSS !!!! …

jangan tertipu ama innocent face nya …

kalo udah nakal,

wow!!!

dia luar biasa …

SERAAAAMMMMMM !!!!