Filed under: Uncategorized
kalimat diatas gue dapet dari sebuah komik jepang; "tale of the sea king".
kalimat ini lumayan terngiang2 di kepala gue karena bunyinya mirip dengan satu nubuatan di alkitab bahwa di akhir jaman, orang akan cenderung untuk memilih "guru2" dan "ajaran2" sesuai keinginan hati mereka. yang menjadi sentral bukan lagi "apa yang benar", melainkan "apa yang aku ingin dengar".
dan, semisal nubuatan ini benar, maka gue akan meragukan semua aspek dari apa yang telah gue pilih untuk percaya. as matter of fact, it did happen to me.
pengkhotbah bilang bahwa "untuk segala sesuatu ada waktunya". dia juga menyebutkan bahwa "nasib orang berhikmat akan sama dengan orang bodoh, semua menuju ke titik yang sama yaitu kematian… manusia tidak dapat menyelami rencana Allah, oleh karena itu yang terpenting dalam hidup adalah makan, minum, dan bersenang2 - karena itu pun datang atas karunia Allah".
lebih lanjut dia menyebutkan bahwa adalah sial sesial2nya bila seseorang dikaruniai kemampuan untuk mendapatkan harta, tapi orang yang sama tidak dikaruniai kesempatan untuk menikmati hasil kerjanya. merujuk ke perkataan pengkhotbah diatas, kebahagiaan dalam bekerja adalah juga karunia Allah untuk manusia.
lalu apa kaitan si pengkhotbah dengan kalimat di komik jepang diatas?
andai untuk segala sesuatu benar2 ada waktunya, maka misalkan: untuk masa n sampai x adalah masa untuk segala sesuatu yang "salah", maka yang tadinya "salah" adalah "benar", dan sebaliknya yang tadinya "benar" adalah "salah". andai ini terjadi, maka siapakah Tuhan itu?
"AKU adalah AKU", begitu jawabNya ketika Dia ditanya tentang siapakah diriNya. makin bingung kan? yup, sama, gue juga asli ga ngerti apa yang gue tulis ini.
tapi makin gue nggak ngerti, makin benarlah kata2 si pengkhotbah jadul diatas yang bilang bahwa manusia tidak akan dapat menyelami apa yang direncanakan oleh Allah. dan, semakin kita tidak mengerti, reaksi manusia akan terbagi ke dalam dua kemungkinan: [1] makin penasaran dan menyelam lebih dalam, atau [2] cuek, lari, dan mencari guru2 palsu yang akan bercerita tentang apa saja untuk sekedar memuaskan telinga pendengarnya. bila yang terakhir yang terjadi, maka benarlah kalimat di komik itu.
tapi. lagi2 ini cuma interpretasi seorang manusia bodoh yang sedang merenungkan hal2 yang dia sendiri tidak tahu secara pasti. ini bisa jadi cuma rekaan, halusinasi, atau "just another bullshit"; atau memang beginilah nasib manusia [?]
kepastian hanya bisa didapat dari Sang Pencipta. for now, i guess taruhan terbaik hanya bisa didapat dengan menuruti nasihat pengkhotbah jadul tadi: yang penting dalam hidup adalah kebahagiaan yang Allah berikan. yang lain akan kita dapatkan setelah kita mati, ketika kita bertemu dengan si Maha Sutradara…
cheers everyone!!!
2 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
uugh.. yeah.. deep… deep discussion maksudnya hehe..
btw.. si pengkhotbah itu kyknya lg stress deh
Halbert 03.11.07 @ 8:54 amhehehe, in case u don’t know, si pengkhotbah itu benernya salah satu kitab ‘keramat’ yang ada di kitab suci kristen ^^)
Dennis 03.11.07 @ 3:56 pm